amblesan

Tanya:
Apa setiap proses terbentuknya kawah menyebabkan amblesan? Sebab saya temukan artikel yang sepertinya menyatakan demikian. Kemudian disampaikan link berikut: [http://travel.kompas.com/…/Ajaib.Kawah.Biru.Cantik.Ini.Loka…]. Tapi memang di artikel itu gak dijelaskan secara jelas tentang amblesan itu. Apa proses amblesan yang selain dari geotermal yang secara alamiah ada juga?

Jawab:
pertama, kalau memakai terminologi, mungkin sebaiknya disamakan dulu definisi tentang terminologi tersebut. Di sini penyamaan definisi maksudnya bukan pendisiplinan atau memaksakan semua orang menjadi geolog, namun agar bisa dijawab dengan runtut pertanyaannya. Kita mulai dari kawah. Apakah kawah itu? Saya sudah lupa definisi pastinya, namun kalau kita berdiskusi di seputar batuan vulkanik (karena ada poin soal geotermal), maka kawah di sini mungkin maksudnya adalah “caldera”. Batuan vulkanik adalah batuan yang terbentuk dari pendinginan magma melalui proses letusan gunung api. Geotermal biasanya berada di daerah yang memiliki aktivitas vulkanik. Dengan demikian, kawah yang dimaksud di sini mungkin mungkin memang adalah kawah yang terbentuk karena proses vulkanik. Dalam klasifikasi di geologi, sepertinya ada perbedaan antara kawah dan kaldera, yaitu pada ukuran (diameter) nya. Namun substansinya, terbentuk karena adanya aktivitas vulkanik. Informasi lebih jauh soal pembentukan caldera dapat dicari di internet, misalnya pada link ini: [http://geology.com/articles/caldera/]. Dengan demikian, jawaban ini hanya menstimulasi untuk pencarian lebih lanjut, karena saya percaya orang bisa belajar sendiri, menjadi geolog tanpa perlu kuliah, terutama di zaman akses ke informasi yang sangat luas sekarang.

Jadi, menjawab pertanyaan “Apa setiap proses terbentuknya kawah menyebabkan amblesan?”, maka jawaban saya: proses pembentukan kawah itu sendiri adalah sebuah amblesan. Skema-skema di geology.comdi atas mungkin bisa menjelaskan itu. Ditambah link mereka di you tube yang ini yang memperlihatkan sebuah proses percobaan skala laboratorium bagaimana kaldera terbentuk: [https://www.youtube.com/watch?v=BBGmXsZHInw].

Kemudian, menjawab pertanyaan “Apa proses amblesan yang selain dari geotermal yang secara alamiah ada juga?” Di sini tergantung. Yang saya maksud dengan tergantung adalah, apa yang Anda maksud dengan “alamiah”. Maksud saya begini. Secara geologi sudah diterima bahwa kita sekarang berada di epos “Anthropocene”, yang ditandai dengan kuatnya pengaruh manusia terhadap proses produksi apa yang tadinya dianggap alamiah. Artinya, semakin meningkatnya akibat yang ditimbulkan manusia terhadap perubahan penggunaan lahan, ekosistem, keanekaragaman hayati, dan juga punahnya spesies langka. Dengan demikian apa yang ada kita terima selama ini sebagai “alamiah”, mungkin tidak relevan lagi dianggap sebagai alamiah. Yang paling pas mungkin adalah sesuatu yang di ko-produksi oleh alam dan manusia, kita sebut ini sebagai sosio-alamiah. Untuk informasi lebih jauh soal Anthropocene dapat dibaca di link berikut: [https://en.wikipedia.org/wiki/Anthropocene].

Contoh amblesan misalnya adalah amblesan yang terjadi di Kota Jakarta. Ada pakar geoteknik yang menyatakan bahwa penyebabnya ada empat macam. Pertama, karena ekstraksi air tanah; kedua, karena pembebanan konstruksi; ketiga, karena pemadatan soil endapan sungai (alluvium soil) yang tentu saja tidak bisa dipisahkan dari proses pembebanan yang mungkin terjadi di atasnya; dan 4)karena geotektonik. Yang dimaksud dengan geotektonik di sini adalah pergerakan pada kerak Bumi, misalnya patahan. Amblesan atau subsidence karena patahan atau fault mungkin bisa dimengerti dengan melihat gambar di link berikut: [http://coastal.er.usgs.gov/gc-subsidence/…/block-diagram.jpg]. Perhatikan fault ada di nomer 1&5, dan amblesan/subsidence ada di nomer 6. Fault atau patahan mungkin masih cenderung bisa dikategorikan sebagai sebuah proses alamiah, meskipun tetap penting dilacak genesanya. Mengapa terjadi sebuah fault? Apakah ada intervensi dari aktivitas manusia seperti misalnya pembebanan di suatu tempat yang menyebabkan munculnya fault di tempat lain? Ini, tentu saja, tergantung pada konteks lokalnya.

Amblesan yang lain bisa terjadi pada batu gamping. Batu gamping di sini adalah batuan karbonatan (memiliki komposisi CaCO3). amblesan di batuan karbonatan biasanya dikenal dengan nama sinkhole. Untuk memahami sinkhole secara grafis, gambar di link berikut bisa dicermati [http://www.sinkhole.org/facts4.php]. Sinkhole bisa terbentuk, misalnya, karena adanya pelarutan batuan karbonatan. Apakah ini alamiah atau tidak? Ini perlu ditinjau lebih jauh lagi mengapa pelarutan batuan karbonatan terjadi. Kalau misalnya pelarutan terjadi karena adanya hujan asam (acid rain), maka hampir pasti itu terjadi karena aktivitas manusia. Karena acid rain terjadi akibat adanya kandungan nitrogen dan sulfur yang berasal misalnya dari pembangkit listrik dan kenderaan bermotor. Lebih jauh tentang acid rain dapat dipelajari di sini: [http://butane.chem.uiuc.edu/pshapley/GenChem1/L26/3.html]. Dengan demikian, ia mungkin lebih cocok kita sebut sebagai “socionatural”. Dengan demikian, proses pelarutan yang membentuk sinkhole, dan karenanya sinkhole itu sendiri, lebih pas rasanya disebut sebagai sebuah produk dari proses “socionatural” daripada “natural”.

semoga menjawab.
salam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s